MBG Terus Diperbaiki, Manfaatnya Tetap Jalan
- Created Jun 11 2026
- / 33 Read
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG merupakan salah satu program besar yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, wajar jika pelaksanaannya mendapat perhatian luas. Ada yang mendukung, ada yang mengkritik, bahkan ada pula yang meragukan efektivitasnya. Namun, satu hal yang perlu dipahami bersama, program sebesar MBG memang tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa evaluasi.
Justru karena menyangkut gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya, MBG harus terus dibenahi. Pembenahan bukan berarti program gagal. Pembenahan adalah tanda bahwa pemerintah mendengar masukan, membaca persoalan di lapangan, lalu memperbaiki sistem agar manfaatnya semakin tepat sasaran.
Saat ini, arah perbaikan MBG terlihat dari beberapa hal penting. Pertama, sasaran penerima manfaat diperjelas. Data penerima perlu divalidasi agar program benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan. Dengan data yang lebih rapi, penyaluran MBG bisa berjalan lebih adil, lebih terukur, dan tidak asal berjalan hanya demi mengejar angka.
Kedua, standar dapur dan kualitas layanan diperkuat. Dalam program makanan berskala nasional, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah titik penting yang menentukan keamanan, kebersihan, ketepatan waktu, dan mutu makanan. Karena itu, evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi langkah yang wajar. Jika ada dapur yang belum memenuhi standar, maka harus dibina, diperbaiki, bahkan diberi sanksi bila diperlukan.
Ketiga, pengawasan kualitas makanan juga mulai diperkuat. Ini penting karena publik berhak memastikan bahwa makanan yang diterima anak-anak bukan hanya tersedia, tetapi juga layak, aman, dan bergizi. Program makan bergizi tidak boleh hanya berhenti pada simbol pembagian makanan. Yang paling penting adalah kualitas gizi dan manfaat kesehatannya.
Di sisi lain, MBG juga memiliki dampak ekonomi yang tidak kecil. Program ini bukan hanya mengisi piring anak-anak sekolah, tetapi juga menggerakkan dapur lokal, tenaga kerja sekitar, UMKM, petani, peternak, dan pemasok bahan pangan. Artinya, satu porsi MBG tidak berdiri sendiri. Di baliknya ada rantai ekonomi rakyat yang ikut bergerak.
Karena itu, menilai MBG hanya dari kekurangannya tentu tidak adil. Kekurangan harus dikritik, tetapi manfaatnya juga perlu dilihat secara utuh. Kritik yang sehat seharusnya mendorong perbaikan, bukan mematikan program yang tujuannya baik.
MBG memang belum sempurna. Tetapi justru karena belum sempurna, program ini harus terus diperbaiki. Pemerintah perlu memastikan tata kelola semakin transparan, dapur semakin standar, data semakin akurat, dan kualitas makanan semakin terjaga.
Pada akhirnya, MBG bukan sekadar program makan gratis. MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
Program besar tidak boleh berhenti karena kritik. Program besar harus diperbaiki agar manfaatnya semakin tepat, aman, dan benar-benar dirasakan rakyat.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















